Sablon DTF vs Plastisol: Mana yang Lebih Tahan Lama dan Awet?

Sablon DTF vs Plastisol: Mana yang Lebih Tahan Lama dan Awet?

Sablon DTF vs Plastisol: Mana yang Lebih Tahan Lama dan Awet?

Centralmultidigitalmanado.com – Saat ini, sablon menjadi salah satu teknik yang paling populer dalam mencetak desain pada pakaian. Ada banyak jenis sablon yang tersedia di pasaran, dua di antaranya adalah sablon DTF (Direct-to-Film) dan Plastisol. Kedua teknik ini memiliki karakteristik yang berbeda dan dapat berdampak pada ketahanan dan keawetan hasil sablon. Artikel ini akan membahas perbandingan antara sablon DTF dan Plastisol untuk mengetahui teknik manakah yang lebih tahan lama dan awet.

Plastisol

Plastisol adalah jenis sablon yang paling umum digunakan saat ini. Bahan dasar dari sablon Plastisol adalah PVC (Polyvinyl Chloride), yang memberikan kualitas cetakan yang kuat, jelas, dan lebih terasa dimensi tekstur pada desain. Plastisol memiliki sifat tahan lama dan dapat tetap awet meskipun sering dicuci dan terkena sinar matahari. Namun, lapisan plastisol yang tebal dapat terasa sedikit kaku pada permukaan pakaian.

Sablon DTF (Direct-to-Film)

Sablon DTF menggunakan teknik pencetakan langsung pada film transfer yang kemudian ditempelkan pada pakaian. Kelebihan utama dari sablon DTF adalah hasil cetakannya memiliki kualitas yang luar biasa dengan detail dan warna yang tajam serta hasil yang lebih halus. Sablon DTF juga memiliki keunggulan dalam keawetan warna, di mana warna pada sablon DTF dapat tetap cerah dan tidak luntur bahkan setelah sering dicuci. Namun, sablon DTF kurang cocok untuk bahan kaos yang sangat elastis dan dapat mengalami pecah atau retak jika bahan tersebut ditarik secara berlebihan.

Perbandingan

Ketika membandingkan kedua teknik sablon ini, faktor yang harus dipertimbangkan adalah keawetan dan ketahanan warna hasil sablon. Plastisol memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap pencucian dan pemakaian yang sering, namun sablon DTF memberikan kualitas yang lebih baik dalam hal keawetan warna.

Untuk pakaian yang akan sering digunakan dan dicuci, sablon DTF dapat menjadi pilihan yang lebih baik jika Anda mengutamakan ketahanan warna yang luar biasa. Namun, jika Anda mencari sablon yang memberikan efek tekstur yang lebih terasa pada desain, Plastisol dapat menjadi pilihan yang lebih baik meskipun mungkin memerlukan perawatan yang lebih hati-hati agar tetap awet.

mesin dtf printing
Mesin dtf printing Rhinotec

BACA JUGA: Tips Desain Sablon DTF untuk Hasil Terbaik

FAQ

1. Apa perbedaan antara sablon DTF dan Plastisol?

Sablon DTF menggunakan teknik pencetakan langsung pada film transfer yang kemudian ditempelkan pada pakaian, sedangkan Plastisol menggunakan bahan dasar PVC untuk mencetak desain pada pakaian.

2. Mana yang lebih tahan lama, sablon DTF atau Plastisol?

Plastisol memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap pencucian dan pemakaian yang sering, namun sablon DTF lebih unggul dalam keawetan warna.

3. Apakah sablon DTF cocok untuk semua jenis bahan pakaian?

Sablon DTF kurang cocok untuk bahan kaos yang sangat elastis, karena dapat mengalami pecah atau retak jika ditarik secara berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×